Tuesday, July 7 2026
Berilmu dan Beramal
  • PENGURUS
  • SAMBUTAN KETUA
  • SEJARAH
  • KONTAK
  • LEGALITAS
  • MISI, VISI & LOGO
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • SANTUNAN
  • DONASI
  • MOTIVASI
  • INSPIRASI
  • PUBLIKASI
  • TRAINING CENTER
    • PENAWARAN
    • KEGIATAN
    • AGENDA
  • KREATIVITAS
    • CERPEN
    • PUISI
  • MATERI DAKWAH
  • PROFILE
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • SANTUNAN
  • DONASI
  • MOTIVASI
  • INSPIRASI
  • PUBLIKASI
  • TRAINING CENTER
    • PENAWARAN
    • KEGIATAN
    • AGENDA
  • KREATIVITAS
    • CERPEN
    • PUISI
  • MATERI DAKWAH
  • PROFILE
Berilmu dan Beramal
No Result
View All Result

GENTALA TAK BERTUAN

14/07/2017
in PUISI
A A
ShareTweetSendScan

Oleh: Bahren Nurdin

 

Artikel Terkait

KOPIPEDE

KOPIPEDE

27/10/2019

PENGEMBARA BUMI JANGGALA

06/01/2018

PARA PENYEMBAH

03/06/2016

PUISI UNTUK MERAPI

12/11/2010

Masih setia ia mengalir; dari hulu hingga hilir

Riak kecil bersama kapar-kapar menghampar

Hanyut jauh hingga ke samudera tak bermuara

Sambil berkata pada menara, “Apa kabar, Gentala?”

 

Yang ditanya tak bersuara; diam seribu kata

Tidak juga tersenyum, apa lagi tawa

Ia sedang bermuram durja

 

Nasibnya malang alang kepalang

Tinggi menjulang tapi tak terbilang

Megah gagah tapi tak bermawah

Indah dan cantik tapi tak dilirik

 

Malang nian nasipmu kini wahai Gentala

 

Ooo… Gentala

Kau berdiri megah di tanah bertuah

Tapi kau tak berharga bak sampah

Diiringi sumpah serapah para bedebah

yang mencari makan dari sumpah

 

Ooo…Gentala

Menjulanglah hingga ke Arasy

Bertemulah dengan tuhanmu
Ceritakan, saat ini kau yatim piatu di tengah para benalu

Penghisap darah, penjilat nanah, penyembah kekuasaan

 

Ooo…Gentala

Kau memang sebatang kara

Kerajaan ini memang tak besultan

Rantau ini tak bejenang

Negeri tak bebatin

Luhak tak berpenghulu

Kampung tak betuo

Rumah tak lagi bertengganai

 

Ooo…Gentala

Kini, janganlah kau sesali diri

Mentari masih setia datang dan pergi

 

Sama seperti sore ini

Aku menyaksikan bayang-bayangmu telah hanyut ditelan riak Batang Hari

Pertanda mentari pamit menuju upuk

Memerah merekah marah tak berdarah

Syahdu pilu meninggalkan para pemburu bayangmu

Mereka datang dan pulang tanpa mata dan sukma

 

Mereka yang dulu melahirkanmu entah dimana

Mereka yang kini bersamamu pun telah terkubur berselimut citra

Yang tersisa kaum-kaum alay dengan tongsis bak belalai

Foret-fotretmu dipajang  telanjang tak bernilai

Dan kau diabai; terbengkalai!

 

Jambi, 26 Juli 2017

 

*Dipersembahkan untuk memeriahkan hari puisi Indonesia-Jambi

Next Post

SEKOLAH SWASTA BUKTI NEGARA ABAI

DISKURSUS BER-MEDIA SOSIAL

DISKURSUS BER-MEDIA SOSIAL (2)

Discussion about this post

About Me

Horrison Rose

Passionate Blogger

Hello & welcome to my blog! My name is Mocha Rose and I'm a 20-year-old independent blogger with a passion for sharing about fashion and lifestyle.

Instagram

    Please install/update and activate JNews Instagram plugin.

Popular

Jambi kehilangan Tokoh Kharismatik.

2 years ago

IDUL FITRI: Kembali Menyatu Pasca Pemilu

2 years ago

HARI GINI MASIH ABS?: BANGUNLAH ‘SUPER TEAM’

2 years ago

Tanggapan Pers:

2 years ago
Berilmu dan Beramal

© 2019 Yaqin - Komplek Bahri Makmur Blok J, No 6, RT 22/03, Jaluko – Muaro Jambi – Jambi – Indonesia. Kode Pos 36361. Developed by Ara.

  • Disclaimer
  • Kontak
  • Legalitas
  • Misi, Misi & Logo
  • Pedoman
  • Pengurus
  • Sambutan Ketua
  • Sejarah

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • SANTUNAN
  • DONASI
  • MOTIVASI
  • INSPIRASI
  • PUBLIKASI
  • TRAINING CENTER
    • PENAWARAN
    • KEGIATAN
    • AGENDA
  • KREATIVITAS
    • CERPEN
    • PUISI
  • MATERI DAKWAH
  • PROFILE