Tuesday, July 7 2026
Berilmu dan Beramal
  • PENGURUS
  • SAMBUTAN KETUA
  • SEJARAH
  • KONTAK
  • LEGALITAS
  • MISI, VISI & LOGO
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • SANTUNAN
  • DONASI
  • MOTIVASI
  • INSPIRASI
  • PUBLIKASI
  • TRAINING CENTER
    • PENAWARAN
    • KEGIATAN
    • AGENDA
  • KREATIVITAS
    • CERPEN
    • PUISI
  • MATERI DAKWAH
  • PROFILE
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • SANTUNAN
  • DONASI
  • MOTIVASI
  • INSPIRASI
  • PUBLIKASI
  • TRAINING CENTER
    • PENAWARAN
    • KEGIATAN
    • AGENDA
  • KREATIVITAS
    • CERPEN
    • PUISI
  • MATERI DAKWAH
  • PROFILE
Berilmu dan Beramal
No Result
View All Result

FAKTA VERSUS SEJARAH

16/12/2010
in MOTIVASI
A A
ShareTweetSendScan

Beberapa waktu lalu, untuk mengisi waktu yang ‘melelahkan’ menunggu dosen pembimbing, saya ‘utak atik’ youtube.com.  Masuknya dari sejarah RI sampailah pada film G 30 S PKI. Singkat cerita rindu juga film ‘sejarah’ yang dulu waktu zaman masih sekolah pasti ditunggu-tunggu kedatangannya karena diputar hanya setahun sekali (setiap tanggal 30 September). Tentu tidak semudah sekarang untuk mengakses film-film semacam ini. Syukurlah saat ini kemajuan teknologi telah mendekatkan kita pada banyak hal terutama kemajuan dan hal-hal yang positif, insya Allah.

Artikel Terkait

PEMILIHAN REKTOR UIN STS JAMBI: Saatnya Menjadi Akademisi Sejati

27/07/2023

ANDA JUGA KORBAN NARKOBA: FENOMENA GUNUNG ES

26/10/2021

COVID 19: SAATNYA INGAT MATI

04/08/2021

NILAI-NILAI QURBAN

04/08/2021

Menonton film G 30 S PKI, mungkin anda akan langsung berteriak “‘wah itu film boongan..!”. “Itu film akal-akalan Soeharto..!”. “Wah itu pembelokan sejarah..!” dan seterusnya. Tapi bagi saya (kemudian setelah menonton film ini lagi hehehe…), terlepas dari kontroversinya, ada dua hal penting yang menrik perhatian yaitu ‘fakta’ versus ‘sejarah’. Saya kemudian sebenarnya tidak ingin membahas film ini tapi hanya menjadikannya sebagai contoh kasus bahwa di sini ada ‘fakta’ yang tidak sama dengan ‘sejarah’.

Adalah fakta bahwa beberapa jenderal dibunuh. Fakta karena ada bukti konkret berupa nama, keluarga, jenazah, visum dokter (yang baru saja dirilis indoleaks.org walau kebenarannya masih dipertanyakan), dan makam mereka. Ini fakta! Tetapi kejadian mengenai gerakan yang bernama Gerakan 30 September yang telah membuat beberapa jenderal menjadi korban tersebut adalah sejarah. Jalan ceritanya itulah yang disebut sejarah. Dan sayangnya sejarah itu diciptakan, ditulis, dan didesign. Maka sejarah itu sangat subjektif. Dan siapa yang paling tahu tentang kejadian yang sebenarnya? Bagaimana mereka dibunuh, disiksa, ditembak, diangkat ke mobil, dst? Diyakini tidak akan ada satu orang pun yang tahu persis (tidak juga Soeharto). Ini secara alamiah dapat dipastikan karena kita tidak akan mampu berada pada waktu yang sama di tempat yang berbeda.

Agaknya begitu pulalah kehidupan kita sehari-hari. Adalah fakta bahwa kita telah terlahir, memiliki orang tua, keluarga, jabatan, rumah, kendaraan dan sebagainya. Itu fakta kehidupan. Tapi siapa yang tahu persis jalan cerita kehidupan kita? Inilah sejarah, yang jalan certanya sering kali dipenuhi oleh dramatisasi dan manifulasi.

Contoh lain, saya malah teringat kejadian-kejadian yang terjadi di dunia ‘persilatan’ akademis. Baru-baru ini di sebuah perguruan tinggi ternama di dunia antah barantah, sang rektornya berkoar–koar pentingnya pemberantasan plagiat di kalangan dosen dan mahasiswa.  Inilah bentuk lain dari penjelmaan ‘fakta’ versus ‘sejarah’ dalam kehidupan akademis. Tidak `tangung-tanggung ternyata para ‘perwira’ (setingkat Master dan Doktor) dan ‘Jenderal’ (professor atau guru besar) terindikasi melakukan kejahatan yang disebut plagiat. Adalah fakta bawah mereka telah menyelesaikan S1, S2, dan S3 dengan menulis skripsi, tesis, dan desertasi. Itu fakta. Tapi jalan cerita penulisannya adalah sejarah. Hanya merekalah yang paling tahu bagaimana jalan cerita itu dibuat.  Maka biarkan sang  waktu yang berbicara. Waktu akan membuktikan bahwa jalan cerita yang melewati jalan pintas dan menempuh cara-cara tidak pantas lambat laun akan terkuak juga.

Akhirnya, fakta kehidupan sudah nyata ada. Tapi sejarah kehidupan tergantung bagaimana anda menciptakannya. Karena sifatnya sangat subjektif, maka jalan ceritanya sepenuhnya diserahkan kepada anda sendiri untuk menyusunnya.



Malaysia 16 Desember 2010

Next Post

BAKRIE DI DADAKU

REFLEKSI AKHIR TAHUN: FIGHTING FOR THESIS

MAFIA DI IAIN

Discussion about this post

About Me

Horrison Rose

Passionate Blogger

Hello & welcome to my blog! My name is Mocha Rose and I'm a 20-year-old independent blogger with a passion for sharing about fashion and lifestyle.

Instagram

    Please install/update and activate JNews Instagram plugin.

Popular

Jambi kehilangan Tokoh Kharismatik.

2 years ago

IDUL FITRI: Kembali Menyatu Pasca Pemilu

2 years ago

HARI GINI MASIH ABS?: BANGUNLAH ‘SUPER TEAM’

2 years ago

Tanggapan Pers:

2 years ago
Berilmu dan Beramal

© 2019 Yaqin - Komplek Bahri Makmur Blok J, No 6, RT 22/03, Jaluko – Muaro Jambi – Jambi – Indonesia. Kode Pos 36361. Developed by Ara.

  • Disclaimer
  • Kontak
  • Legalitas
  • Misi, Misi & Logo
  • Pedoman
  • Pengurus
  • Sambutan Ketua
  • Sejarah

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • SANTUNAN
  • DONASI
  • MOTIVASI
  • INSPIRASI
  • PUBLIKASI
  • TRAINING CENTER
    • PENAWARAN
    • KEGIATAN
    • AGENDA
  • KREATIVITAS
    • CERPEN
    • PUISI
  • MATERI DAKWAH
  • PROFILE