Sunday, November 1 2026
Berilmu dan Beramal
  • PENGURUS
  • SAMBUTAN KETUA
  • SEJARAH
  • KONTAK
  • LEGALITAS
  • MISI, VISI & LOGO
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • SANTUNAN
  • DONASI
  • MOTIVASI
  • INSPIRASI
  • PUBLIKASI
  • TRAINING CENTER
    • PENAWARAN
    • KEGIATAN
    • AGENDA
  • KREATIVITAS
    • CERPEN
    • PUISI
  • MATERI DAKWAH
  • PROFILE
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • SANTUNAN
  • DONASI
  • MOTIVASI
  • INSPIRASI
  • PUBLIKASI
  • TRAINING CENTER
    • PENAWARAN
    • KEGIATAN
    • AGENDA
  • KREATIVITAS
    • CERPEN
    • PUISI
  • MATERI DAKWAH
  • PROFILE
Berilmu dan Beramal
No Result
View All Result

MINDSET: PEMIMPIN BERMENTAL PEKERJA

27/06/2017
in MOTIVASI
A A
ShareTweetSendScan

Artikel Terkait

PEMILIHAN REKTOR UIN STS JAMBI: Saatnya Menjadi Akademisi Sejati

27/07/2023

ANDA JUGA KORBAN NARKOBA: FENOMENA GUNUNG ES

26/10/2021

COVID 19: SAATNYA INGAT MATI

04/08/2021

NILAI-NILAI QURBAN

04/08/2021

Oleh: Bahren Nurdin, MA

Pemimpin harus bekerja, itu pasti. Tapi seorang pemimpin tidak harus jadi pekerja. Lantas apa yang membedakan pemimpin dan pekerja? Mental dan cara kerja. Dua hal inilah yang membedakan antara pemimpin dan pekerja. Pemimpin memiliki mental (mindset) yang tidak sama dengan pekerja dan cara kerja pemimpin juga berbeda dengan cara kerjanya para pekerja. Bekerjanya seorang pemimpin bisa saja tidak kelihatan ‘bekerja’ walaupaun sesungguhnya ia ‘bekerja’ lebih keras dari pekerja itu sendiri.

Seorang pemimpin boleh jadi seperti air di dalam tembok. Jika anda melihat tembok yang menjulang dan kokoh, mungkin anda lupa ada peran air yang begitu besar pada tembok tersebut. Coba bayangkan, bisakah tembok yang kokoh itu dibangun tanpa menggunakan air? Tidak bisa, karena air digunakan untuk mencampurkan semen, kerikil, batu bata dan lain-lain. Airlah yang memiliki peran penting. Tapi ketika tembok itu menjulang, ari tidak lagi memperlihatkan dirinya.

Begitulah terkadang seorang pemimpin. Ia bisa saja tidak hadir secara kasat mata di tengah masyarakatnya, tapi yang ia kerjakan lebih dari sekedar kehadiran. Secara fisik boleh saja ia tak terlihat hadir, tapi pemikiran, gagasan dan kepemimpinannya untuk menggerakkan seluruh potensi yang dimiliki membuat ia hadir di mana-mana. Ia membantu bukan dengan menggunakan tangannya secara fisik, tapi melalui tangan-tangan orang lain yang digerakkannya.

Mindset masyarakat juga harus diubah. Masyarakat juga harus memahami bahwa ketidak hadiran seorang pemimpin secara fisik, bukan berarti pemimpin itu tidak peduli, tidak empati atau tidak bekerja. Kehadiran pemimpin yang sesungguhnya adalah melalui kebijakan dan kekuasaanya.

Itulah pemimpin. Jika yang ia gunakan untuk membantu orang adalah tangannya secara fisik, ia hanya memiliki dua tangan. Sangat terbatas. Tapi, jika yang ia gunakan untuk membantu melalui kepemimpinan dan kekuasaan yang ada pada ‘tangannya’, maka ia akan mempu menggerakkan jutaan tangan untuk memberi bantuan.

Dalam bukunya yang berjudul “Leadership ½ Malaikat; Solusi Jitu Atasi Krisis Kepemimpinan” (2013), Octavia Pramono meyodorkan beberapa modal kepemimpinan yang harus dimiliki oleh pemimpin yang sukses khususnya dalam mengelola Sumber Daya Manusia (SDM). Melalui artikel singkat ini, saya ambil satu saja yaitu “Jadilah seseorang (pemimpin) yang mampu melakukan ‘empowering’ atau pemberdayaan”.

Secara harfiah, kata ‘empower’ menurut kamus Oxford berarti ‘Give (someone) the authority or power to do something’, (memberi kuasa kepada orang lain untuk melakukan sesuatu). Pada konteks kepemimpinan, seorang pemimpin harus mampu mendistribusikan kekuasaan yang ia miliki kepada semua lini organisasi yang ia pimpin agar memiliki kuasa (power) untuk bertindak mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan.

Dengan kata lain, pemimpin yang hebat adalah bukan menghadirkan dirinya secara fisik dalam mengatasi setiap masalah yang ada tapi ia mampu membuat semua lini kepemimpinannya berdaya untuk ‘mewakili’ kehadirannya.

Contoh sederhana, dalam mengatasi masalah bencana tertentu, boleh jadi seorang pemimpin tidak berada di tempat bencana, tapi dengan kekuasaan yang ia miliki ia bisa memerintahkan badan-badan yang bertanggung jawab menangani bencana tersebut untuk bergerak cepat. Ia mengorganisir pemberian bantuan dan penyelamatan. Dengan cara ini, semua lini bisa bergerak cepat dan masyarakat terbantu. Tugas terpentingnya mamastikan semua lini organisasi bergerak sesuai tupoksi. Memastikan masyarakat terselamatkan.

Jadi, jika pun pemimpin itu harus hadir di tempat bencana, itu tidak lebih dari sebagai bentuk keprihatinan, turut berempati, dan bersama-sama rakyatnya merasakan penderitaan. Bukan untuk bekerja. Sekali lagi, pekerjaannya seorang pemimpin dalam kondisi ini adalah memastikan semua lini di dalam oraganisasinya bergerak. Secara ril dia pasti sibuk sekali telfon sana, telfon sini. Panggil sana, panggil sini. Rapat penyusunan perencanaan penanganan. Jika diperlukan rapat darurat dengan pemimpin-pemimpin level di bawahnya, dan lain-lain.

Pekerjaan-pekerjaan teknis di lapangan dipastikan dilakukan oleh para ahli atau orang-orang terlatih. Penyelamatan atau evakuasi misalnya, pastilah akan lebih  aman dan terjamin bila dilakukan oleh tim yang sudah dididik dan dilatih untuk melakukannya. Tugas pemimpin cukup memastikan bahwa tim penyelamat sudah hadir dan mereka mengerjakannya sesuai Standard Operational Procedure (SOP) yang ada.

Akhirnya, masing-masing orang sudah memiliki tugas dan fungsinya. Salah satu tugas pemimpin adalah memberdayakan (empowering) segala potensi yang ada dan memastikan semua potensi itu berjalan dengan baik. Keberadaan seorang pemimpin boleh jadi bukan secara fisik, tapi ia hadir melalui kebijakan dan kekuasaan yang ia miliki. Jika hal ini tidak terpenuhi, maka boleh jadi itulah ciri pemimpin yang bermental pekerja!

#BNODOC16515062017

*Akademisi dan Pengamat Sosial Jambi

Next Post

MINDSET: JANGAN SALAHKAN ALAM

MENGAPA HARUS MUDIK?

MENGAPA HARUS MUDIK? (2)

Discussion about this post

About Me

Horrison Rose

Passionate Blogger

Hello & welcome to my blog! My name is Mocha Rose and I'm a 20-year-old independent blogger with a passion for sharing about fashion and lifestyle.

Instagram

    Please install/update and activate JNews Instagram plugin.

Popular

Jambi kehilangan Tokoh Kharismatik.

3 years ago

IDUL FITRI: Kembali Menyatu Pasca Pemilu

3 years ago

HARI GINI MASIH ABS?: BANGUNLAH ‘SUPER TEAM’

3 years ago

Tanggapan Pers:

3 years ago
Berilmu dan Beramal

© 2019 Yaqin - Komplek Bahri Makmur Blok J, No 6, RT 22/03, Jaluko – Muaro Jambi – Jambi – Indonesia. Kode Pos 36361. Developed by Ara.

  • Disclaimer
  • Kontak
  • Legalitas
  • Misi, Misi & Logo
  • Pedoman
  • Pengurus
  • Sambutan Ketua
  • Sejarah

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • SANTUNAN
  • DONASI
  • MOTIVASI
  • INSPIRASI
  • PUBLIKASI
  • TRAINING CENTER
    • PENAWARAN
    • KEGIATAN
    • AGENDA
  • KREATIVITAS
    • CERPEN
    • PUISI
  • MATERI DAKWAH
  • PROFILE