Meja bundar itu kan bicara
Pada semua masa yang terlewati
Dada-dada sesak gemuruh
Mengatur rencana bertabur asa
Meja bundar itu bukti kita pernah bertaut kata
Mengadu logika tuk menyusun rencana
Mengatur langkah, berderap serentak
Mengejar mimpi tuk catat sejarah
Risisitaku
Kau kini adalah raga daripada asa-asa kami
Yang menjelma disetiap harap dan cemas
Kau kini menebar senyum seluas takut kami
Kau melangkah menyambut deru darah
Darah yang menanti dengan suka dan duka
Risisitaku
Saat kini kau semakin dekat menghampiri takut kami
Saat itu kami menghitung hari
Mengira masa, menatap saat
Semua diselimuti harap tak bertepi
Seluas laut biru, setinggi langit nan menjulang
Asa kami adalah asa sejarah
Yang akan tertoreh di bait-bait kenangan
Sungguh kami tak mahu torehkan tinta kelabu
Kami ingin kejayaan haru
Risisitaku
Datanglah dengan tenang dan bahagia
Kini kami telah siap menyambutmu dengan segala rasa yang kau titipkan
Degup darah di dada
Cemas membara di asa
Senyum
Takut
Marah
Panic
Stress
Kami telah menantimu Risisitaku
Risisitaku
Datanglah untuk berlalu
Berlalulah untuk dikenang oleh sejarah
Tinggalkan kami secarik kejayaan.
Note: Puisi ini saya persembahkan untuk AJK Risisita II. Mudah-mudahan Risisita II ini menjadi harap dan kenangan untuk kita. amin






Discussion about this post