Thursday, October 15 2026
Berilmu dan Beramal
  • PENGURUS
  • SAMBUTAN KETUA
  • SEJARAH
  • KONTAK
  • LEGALITAS
  • MISI, VISI & LOGO
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • SANTUNAN
  • DONASI
  • MOTIVASI
  • INSPIRASI
  • PUBLIKASI
  • TRAINING CENTER
    • PENAWARAN
    • KEGIATAN
    • AGENDA
  • KREATIVITAS
    • CERPEN
    • PUISI
  • MATERI DAKWAH
  • PROFILE
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • SANTUNAN
  • DONASI
  • MOTIVASI
  • INSPIRASI
  • PUBLIKASI
  • TRAINING CENTER
    • PENAWARAN
    • KEGIATAN
    • AGENDA
  • KREATIVITAS
    • CERPEN
    • PUISI
  • MATERI DAKWAH
  • PROFILE
Berilmu dan Beramal
No Result
View All Result

SIDAK KOK NORAK

07/02/2017
in MOTIVASI
A A
ShareTweetSendScan

Oleh: Bahren Nurdin, MA

Dua hari terakhir masyarakat Jambi dihebohkan dengan pemberitaan aksi ‘heroik’ Pak Gubja (Gubernur Jambi) saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu rumah sakit  ‘plat merah’ Jambi.

Sidak ini kemudian bahkan menjadi isu nasional karena dipertontonkan oleh beberapa media nasional termasuk televisi. Sidak yang diikuti oleh aksi marah-marah dihadapan para wartawan ini pun akhirnya menuai pro dan kontra. Saking hebohnya, sampai-sampai salah seorang dokter di Jakarta mengirim surat terbuka untuk Pak Gubernur.

Artikel Terkait

PEMILIHAN REKTOR UIN STS JAMBI: Saatnya Menjadi Akademisi Sejati

27/07/2023

ANDA JUGA KORBAN NARKOBA: FENOMENA GUNUNG ES

26/10/2021

COVID 19: SAATNYA INGAT MATI

04/08/2021

NILAI-NILAI QURBAN

04/08/2021

Setuju dan tidak setuju itu wajar. Saya termasuk yang setuju sidak-nya. Sekali lagi, sidaknya saya setuju, tapi cara dan ‘aksinya’ yang harus kita diskusikan melalui artikel singkat ini. Dalam ilmu manajemen kita mengenal istilah POAC yaitu planning (perencanaan), Organizing (pengorganisasian), Actuating (pelaksanaan), dan Controlling (pengontrolan). Sidak adalah salah satu cara untuk melakukan control demi memastikan apakah semua sistem berjalan sebagaimana mestinya. Maka dari itu, sidak terhadap rumah sakit ini sangat perlu oleh para top manajemen termasuk pemegang kekuasaan.

Tidak ada yang salah dengan sidak yang dilakukan oleh Gubja. Tujuannya sangat mulia yaitu untuk memastikan masyarakat Jambi dapat terlayani dengan baik di rumah sakit ini. Sama-sama dipahami bahwa rumah sakit ini memang sedang ‘sakit’. Gonta-ganti direktur, tapi tetap saja belum sehat. Masyarakat terus saja mengeluh dengan pelayanan yang diberikan. Maka wajar kemudian angin tidak sedap ini berhembus hingga sampai pada Sang Penguasa. Dengan tujuan perbaikan dan kebaikan itulah sidak ini dilakukan. Tapi tidak perlu norak kan?

Norak Satu: menyerang orang bukan aturan

Untuk kelas gubernur kayaknya norak marah-marah kepada perawat dan satpam karena yang diserang adalah orang.  Seharusnya yang diserang itu adalah aturan dan kebijakan. Sangat bijak rasanya jika Pak Gub mempertanyakan SOP. ‘Adik-adik kok pada tidur? Mana SOP Kalian?”. Baca sama-sama SOP yang ada dan tunjukkan kepada mereka jika kemudian mereka melanggar SOP tersebut.

Dengan cara ini, sidak ini akan menjadi sangat elegan. Mereka akan tahu salah mereka dan diminta untuk memperbaiki diri. Pak Gub cukup senyum saja, dan tegaskan karena mereka melanggar aturan yang sudah dibuat, siap-siaplah untuk menerima sanksi. Siapa yang akan mengeluarkan sanksi? Atasan mereka. Dengan cara ini, tidak ada kesan murka kepada orang, tapi berang kepada pelanggar hukum. Masyarakat pun akan paham bahwa jika mereka harus dipecat sekali pun, itu karena mereka melanggar hukum bukan karena dimarah Pak Gub.

Norak Dua: Sinetronisasi

Jika anda menyaksikan video-video yang beradar saat ini, pasti anda sepakat bahwa adengan-adengan yang dipertontonkan persis seperti cerita sinetron. Sang aktor masuk rumah sakit, gedor-gedor pintu ruangan yang lampunya mati, perawat dibangunkan, tendang tong sampah, greng…. Yang dimarahi menunduk tak berdaya persis seperti majikan sedang menyidang pembantunya. Semua adengan ini disiarkan ‘langsung’ oleh begitu banyak wartawan baik lokal maupun nasional. Scene slanjutnya? Bersambung. Yeahhh…penonton kecewa. Penasaran!

Sinetronisasi ini kemudian menimbulkan pro dan kontra. Banyak yang mempertanyakan, wajarkah seorang gubernur mempertontonkan ini di hadapan masyarakatnya? Secara manajerial pun sebenarnya agak norak. orang yang pantas melakukan apa yang dilakukan oleh Pak Gub itu adalah atasan langsung mereka, sekelas supervisor atau menejer rumah sakit tersebut. Pak Gub cukup sidak dan temukan fakta-fakta yang dikeluhkan oleh masyarakat. Setelah itu pulang, bobo manis. Paginya, kumpulkan semua atasan mereka. Panggil Direktur Utama. Di sini tempatnya gubernur marah yang paling tepat. Jangan tendang ton sampah, balikin meja jika perlu; tidak perlu di-videoin tapi. “Tadi malam saya sidak. Banyak yang tidak sesuai dengan harapan. Pak Direktur, tolong benahi! Orang-orang yang tidak bisa dibina, silakan ‘dibinasakan’. Saya kasih waktu seminggu!”.  Direktur Utamanya dapat dipastikan akan ‘menghajar’ bawahannya, sehingga sampailah SP itu kepada yang melanggar SOP tadi malam. Sangat elegan, bukan?

Norak tiga: gaptek (gagap teknologi)

Hari ini dapat dipastikan semua CCTV sudah bisa diakses melalui jaringan internet. Dengan kemudahan teknologi saat ini sebenarnya para pimpinan instansi termasuk gubernur tidak perlu lagi malam-malam bawa pasukan turun ke lapangan. Norak. Cukup sambung semua cctv yang ada ke jaringan internet dan Pak Gub diberi password untuk mengaksesnya. Tidak hanya rumah sakit, tapi setiap layanan umum bisa dipantau dari mana saja dan kapan saja.

Jika ini dilakukan, sangat gampang untuk melakukan controlling. Bahkan Pak Gub bisa real time memantau kepala dinas yang tidak bekerja, mana saja pelayanan umum yang tidak berjalan, mengapa ruangan banyak yang kosong di suatu instansi, dan lain sebagainya. Sudah selayaknya kita melek teknologi. Manfaatkan kemajuan teknologi untuk melakukan perbaikan.

Akhirnya, sidaknya tidak salah, bahkan wajib dilakukan sebagai salah satu bagian penting dalam sebuah oraganisasi yaitu controlling. Tapi jika dilakukan dengan cara-cara yang tidak pas, jadinya norak dan tujuan utamanya jadi hilang karena berubah menjadi pro dan kontra. Intinya, lakukan sesuatu yang baik dangan cara yang baik. Semoga.

#BN22012017

Sumber: www.kenali.co


http://kenali.co/berita-76151-sidak-kok-norak.html#ixzz4Xz15NBrV

Next Post

MENYONGSONG DEBAT KANDIDAT DI KABUPATEN TEBO

BAYI NYABU

TEBO MEMILIH; Catatan Pinggir Debat Terbuka

Discussion about this post

About Me

Horrison Rose

Passionate Blogger

Hello & welcome to my blog! My name is Mocha Rose and I'm a 20-year-old independent blogger with a passion for sharing about fashion and lifestyle.

Instagram

    Please install/update and activate JNews Instagram plugin.

Popular

Jambi kehilangan Tokoh Kharismatik.

3 years ago

IDUL FITRI: Kembali Menyatu Pasca Pemilu

3 years ago

HARI GINI MASIH ABS?: BANGUNLAH ‘SUPER TEAM’

3 years ago

Tanggapan Pers:

3 years ago
Berilmu dan Beramal

© 2019 Yaqin - Komplek Bahri Makmur Blok J, No 6, RT 22/03, Jaluko – Muaro Jambi – Jambi – Indonesia. Kode Pos 36361. Developed by Ara.

  • Disclaimer
  • Kontak
  • Legalitas
  • Misi, Misi & Logo
  • Pedoman
  • Pengurus
  • Sambutan Ketua
  • Sejarah

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • SANTUNAN
  • DONASI
  • MOTIVASI
  • INSPIRASI
  • PUBLIKASI
  • TRAINING CENTER
    • PENAWARAN
    • KEGIATAN
    • AGENDA
  • KREATIVITAS
    • CERPEN
    • PUISI
  • MATERI DAKWAH
  • PROFILE