Saturday, October 31 2026
Berilmu dan Beramal
  • PENGURUS
  • SAMBUTAN KETUA
  • SEJARAH
  • KONTAK
  • LEGALITAS
  • MISI, VISI & LOGO
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • SANTUNAN
  • DONASI
  • MOTIVASI
  • INSPIRASI
  • PUBLIKASI
  • TRAINING CENTER
    • PENAWARAN
    • KEGIATAN
    • AGENDA
  • KREATIVITAS
    • CERPEN
    • PUISI
  • MATERI DAKWAH
  • PROFILE
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • SANTUNAN
  • DONASI
  • MOTIVASI
  • INSPIRASI
  • PUBLIKASI
  • TRAINING CENTER
    • PENAWARAN
    • KEGIATAN
    • AGENDA
  • KREATIVITAS
    • CERPEN
    • PUISI
  • MATERI DAKWAH
  • PROFILE
Berilmu dan Beramal
No Result
View All Result

PERMOHONAN MAAF ‘COPY-PASTE’

27/06/2017
in MOTIVASI
A A
ShareTweetSendScan

Artikel Terkait

PEMILIHAN REKTOR UIN STS JAMBI: Saatnya Menjadi Akademisi Sejati

27/07/2023

ANDA JUGA KORBAN NARKOBA: FENOMENA GUNUNG ES

26/10/2021

COVID 19: SAATNYA INGAT MATI

04/08/2021

NILAI-NILAI QURBAN

04/08/2021

Oleh: Bahren Nurdin, MA

‘Mohon maaf lahir dan bathin’ adalah kalimat yang dapat dipastikan terucap oleh setiap ummat muslim di Indonesia ketika merayakan Idul Fitri. Meminta dan saling memberi maaf baik secara lisan maupun tulisan, baik secara langsung (bertemu fisik) maupun menggunakan media komunikasi. Maka sesungguhnya apa makna ‘maaf’ tersebut?

Tidak ada salahnya kita saling mengingatkan untuk tidak terjebak dengan budaya ‘formalitas’ dan ‘copy-paste’ dalam hal saling memaafkan. Maksud saya, kata maaf yang terucap hanyalah formalitas semata tanpa makna dan ‘rasa’ yang tulus dari dalam jiwa. Maaf sesungguhnya harus keluar dari percikan jiwa yang ikhlas.

Memaafkan dan memberi maaf sesungguhnya suatu perbuatan mulia yang merupakan tuntunan dari Rosulullah. Lihatlah apa yang Beliau sabdakan, “Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah diri) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.” (HR. Muslim). Sifat pemaaf menjadi jalan menuju kemuliaan di hadapan Allah.

Namun sayang sekali, hari ini makna maaf sudah semakin tergerus. Maaf sering kali hanya mejadi ‘pemanis’ di mulut atau ‘bumbu’ pergaulan di dunia maya. Lihat saja, berbagai media sosial digunakan untuk menyampaikan maaf dengan berbagai cara dan media. Bahkan dengan mengguanakan foto-foto atau memei-memei cantik yang dapat dipastikan hanya ‘copy paste’ atau ‘copy resend’. Dampaknya sudah jelas, berbagai kata-kata yang sama dapat diterima dari orang yang berbeda.

Kata-kata maaf yang semacam ini terasa hampa karena seolah yang mengeluarkan kata-kata maaf itu adalah dari mesin ke mesin, bukan dari hati ke hati (manusia). Terasa hambar dan cenderung saling mengabaikan. Cobalah perhatikan saat ini di berbagai media sosial yang anda miliki, berapa banyak kata permintaan maaf yang anda lewatkan begitu saja. Batapa banyak gambar-gambar cantik yang tidak anda maknai. Tidak hanya permintaan maaf yang ‘copy-paste’ tapi jawabannya juga demikian.

Melalui artikel singkat ini, kita harus kembali saling mengigatkan untuk mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan (umanisme) dalam proses mohon maaf sesama muslim.  Betul, media sosial sudah banyak meberi kemudahan bagi kita untuk menjalin komunikasi antar sesama. Namun demikian tidak pula boleh mengabaikan sisi-sisi kemunusiaan.

Di hari nan Fitri ini,  sudah saatnya kita merubah pola hubungan yang telah ada. Jika pun harus meminta maaf dengan memanfaatkan kemudahan komunikasi saat ini, paling tidak dengan menuliskan sendiri dengan menggukankan kata-kata sendiri jauh lebih baik dan menyentuh. Tidak ada yang salah dengan ‘copy-paste’, tapi yakinlah nilai dan rasanya sungguh sangat berbeda.

Akhirnya, melihat fenomena dunia medsos saat ini, meminta dan memberi maaf sudah mulai menggeruskan nilai-nilai humanisme. Tidak ada yang salah dengan menggunakan berbagai media sosial atau alat komunikasi untuk saling memaafkan, tapi alangkah lebih bijaksana jika kata maaf dan pemberian maaf itu tidak hanya formalitas saja. Jangan pula kita terjebak oleh permohonan maaf ‘copy-pase’.

#BNODOC172220162017

*Akademisi dan Pengamat Sosial jambi

Next Post

MENYEDERHANAKAN PERAYAAN IDUL FITRI

SALAM PAMUNGKAS

CERPEN: SORBAN PERTAMA

Discussion about this post

About Me

Horrison Rose

Passionate Blogger

Hello & welcome to my blog! My name is Mocha Rose and I'm a 20-year-old independent blogger with a passion for sharing about fashion and lifestyle.

Instagram

    Please install/update and activate JNews Instagram plugin.

Popular

Jambi kehilangan Tokoh Kharismatik.

3 years ago

IDUL FITRI: Kembali Menyatu Pasca Pemilu

3 years ago

HARI GINI MASIH ABS?: BANGUNLAH ‘SUPER TEAM’

3 years ago

Tanggapan Pers:

3 years ago
Berilmu dan Beramal

© 2019 Yaqin - Komplek Bahri Makmur Blok J, No 6, RT 22/03, Jaluko – Muaro Jambi – Jambi – Indonesia. Kode Pos 36361. Developed by Ara.

  • Disclaimer
  • Kontak
  • Legalitas
  • Misi, Misi & Logo
  • Pedoman
  • Pengurus
  • Sambutan Ketua
  • Sejarah

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • SANTUNAN
  • DONASI
  • MOTIVASI
  • INSPIRASI
  • PUBLIKASI
  • TRAINING CENTER
    • PENAWARAN
    • KEGIATAN
    • AGENDA
  • KREATIVITAS
    • CERPEN
    • PUISI
  • MATERI DAKWAH
  • PROFILE