Thursday, October 15 2026
Berilmu dan Beramal
  • PENGURUS
  • SAMBUTAN KETUA
  • SEJARAH
  • KONTAK
  • LEGALITAS
  • MISI, VISI & LOGO
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • SANTUNAN
  • DONASI
  • MOTIVASI
  • INSPIRASI
  • PUBLIKASI
  • TRAINING CENTER
    • PENAWARAN
    • KEGIATAN
    • AGENDA
  • KREATIVITAS
    • CERPEN
    • PUISI
  • MATERI DAKWAH
  • PROFILE
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • SANTUNAN
  • DONASI
  • MOTIVASI
  • INSPIRASI
  • PUBLIKASI
  • TRAINING CENTER
    • PENAWARAN
    • KEGIATAN
    • AGENDA
  • KREATIVITAS
    • CERPEN
    • PUISI
  • MATERI DAKWAH
  • PROFILE
Berilmu dan Beramal
No Result
View All Result

KETIKA POLISI MELANGGAR MARKA JALAN; ‘VIRAL’

15/04/2017
in BERITA
A A
ShareTweetSendScan

 

Oleh: Bahren Nurdin, MA

Artikel Terkait

IDUL FITRI: Kembali Menyatu Pasca Pemilu

09/04/2024

HARI GINI MASIH ABS?: BANGUNLAH ‘SUPER TEAM’

16/03/2024

Tanggapan Pers:

31/01/2024

PEJABAT UIN STS JAMBI: Jadilah Pohon Rindang di Tengah Padang

18/01/2024

Menohok! Sebuah foto ‘unik’ diunggah salah seorang pengguna media sosial ‘Facebook’ dengan pemilik akun Riyan Poetra Hatta.  Foto yang menampilkan mobil box  bertuliskan ‘POLISI’ dan memiliki plat nomor khusus polisi melanggar tertib berlalu lintas. Mobil tersebut berhenti tepat di tengah-tengah Ruang Henti Khusus (RHK) Kendaraan Bermotor yang peruntukannya khusus bagi pengendara sepeda motor. Tidak perlu waktu lama setelah penampakannya dimuka layar, foto tersebut pun menjadi perbincangan banyak orang; langsung viral.

 

Hal ini menjadi perhatian masyarakat Jambi karena akhir-akhir ini polisi khususnya Direktorat Lalu Lintas Polresta Jambi sedang ‘asyik’ mensosialisasikan penggunaan RHK tersebut. RHK adalah salah satu marka jalan yang merupakan ruang merah untuk berhentinya khusus kendaraan bermotor alias motor, mobil tidak boleh berada di dalam garis tersebut. Di Kota Jambi sendiri, marka jalan ini memang baru dibuat dan disosialisasikan. Polisilah yang berada pada garda depan untuk menertibkan masyarakat dalam berlalu lintas pemanfaatan marak ini. Namun, adalah kenifan jika kemudian polisi pula yang melanggar apa yang seharusnya mereka tegakkan.

Agaknya, inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa foto tersebut menjadi viral. Bagaimana mungkin ‘kau yang berjanji, kau yang mengingkari’. Syairnya pun berubah menjadi ‘kau yang sosialisasi, kau yang mengkibiri’. Tapi, abgaimana pun, masyarakat juga tidak boleh serta merta menghakimi.  Harus berbaik sangka bahwa yang berbuat itu bukan cerminan polisi secara keseluruhan, namun ‘oknum’.

Kapolresta Jambi Kombes Pol Bernard Sibarani melalui Plt Kasubag Humas Brigpol Alamsyah Amir, yang dirilis oleh berbagai media di Jambi menyatakan “Mungkin dia belum tahu gunanya itu untuk apa, karena itu kan masih baru. Maka dari itu kami akan terus mensosialisasikan aturan lalu lintas agar lebih tertib lagi,” (metrojambi.com). Jika begitu, ada tugas besar polisi yaitu sebelum sosialisasi kepada masyarakat luas, sebaiknya sosialisasi terlebih dahulu kepada anggotanya sendiri. Sebelum menilang masyarakat, tilang dulu anggatanya yang melanggar!

Polisi harus memberi contoh yang baik kepada masyarakat dalam berlalu lintas. Beri contoh dulu. Kejadian ini tentu saja akan membuat marwah atau martabat kepolisian tercoreng oleh oknum anggotanya sendiri. Masyarakat akan kehilangan rasa hormat dan simpatik terhadap polisi. Harus disadari bahwa saat ini kita hidup di zaman ‘viral’. Semua tindak-tanduk penegak hukum di tengah masyarakat tidak luput dari bidikan kamera. Kesalahan sedikit saja akan menjadi perbincangan sejagat raya. Waspadalah!

Maka oknum yang melanggar tersebut selayaknya mendapat sanksi hukum. Tindakan tepat yang diambil Kapolresta Jambi dengan berjanji untuk mencari Sang Pelanggar. “Terima kasih atas informasinya, akan kami tindak lanjuti dan akan diambil tindakan tegas bagi oknum yang melanggar marka jalan, baik berupa tilang dan tindakan disiplin,” Semoga. Sampaikan pula kepada masyarakat siapa pelakunya. Jangan pula janji tinggal janji yang akan hanya membuat masyarakat semakin antipati.

Akhirnya, Polisi juga manusia yang tidak luput dari salah dan khilaf. Tidak ada manusia yang sempurna. Namun dalam konteks ini, polisi harus lebih sempurna karena sedang bertugas membuat orang lain sempurna (dalam berlalu lintas). Hipotesanya sederhana, bagaimana masyarakat mau tertib berlalu lintas jika polisi saja masih melanggar lalu lintas. #BNODOC42022017

 

*Akademisi tinggal di Jambi [WA085266859000]

 

 

 

 

Next Post

‘WARNING’; KPUD JANGAN CABA-COBA!

Hukum LOA; OPTIMIS PILKADA DAMAI

SAYA SUDAH TAHU PEMENANGNYA

Discussion about this post

About Me

Horrison Rose

Passionate Blogger

Hello & welcome to my blog! My name is Mocha Rose and I'm a 20-year-old independent blogger with a passion for sharing about fashion and lifestyle.

Instagram

    Please install/update and activate JNews Instagram plugin.

Popular

Jambi kehilangan Tokoh Kharismatik.

3 years ago

IDUL FITRI: Kembali Menyatu Pasca Pemilu

3 years ago

HARI GINI MASIH ABS?: BANGUNLAH ‘SUPER TEAM’

3 years ago

Tanggapan Pers:

3 years ago
Berilmu dan Beramal

© 2019 Yaqin - Komplek Bahri Makmur Blok J, No 6, RT 22/03, Jaluko – Muaro Jambi – Jambi – Indonesia. Kode Pos 36361. Developed by Ara.

  • Disclaimer
  • Kontak
  • Legalitas
  • Misi, Misi & Logo
  • Pedoman
  • Pengurus
  • Sambutan Ketua
  • Sejarah

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • BERITA
  • PENDIDIKAN
  • SANTUNAN
  • DONASI
  • MOTIVASI
  • INSPIRASI
  • PUBLIKASI
  • TRAINING CENTER
    • PENAWARAN
    • KEGIATAN
    • AGENDA
  • KREATIVITAS
    • CERPEN
    • PUISI
  • MATERI DAKWAH
  • PROFILE